berpikir out of the box..!

October 5th, 2005  Tagged ,

itulah yg dikatakan oleh pak Don Rozano kpd aku dan Shanty waktu berkunjung ke kantornya di Manyar Tirtoyoso tadi pagi..

saya jadi teringat cerita ini…

Barometer adalah alat untuk mengukur tekanan udara,
bagaimana caranya untuk mengukur ketinggian?
Cerita berikut tentang salah satu pertanyaan dalam
ujian Fisika di Universitas Copenhagen:
Jelaskan bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan
pencakar langit dengan menggunakan sebuah
barometer?!
Salah seorang mahasiswa menjawab:
Ikatlah leher barometer itu dengan seutas tali
panjang, lalu turunkan barometer dari pucuk gedung
pencakar langit sampai menyentuh tanah. Panjang tali
ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi
pencakar langit.

Jawaban yang luar biasa orisinil ini membuat
pemeriksa ujian begitu geram.
Akibatnya si mahasiswa langsung tidak diluluskan.
Si
mahasiswa naik banding. Menurutnya, kebenaran atas
jawaban itu tidak bisa disangkal.
Kemudian universitas menunjuk seorang arbiter yang
independen untuk memutuskan kasus itu. Arbiter
menyatakan bahwa jawaban itu memang benar, hanya saja
tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan mengenai
ilmu fisika. Untuk mengatasi permasalahan itu,
disepakati untuk memanggil si mahasiswa, dan
memberinya waktu enam menit untuk memberikan jawaban
verbal yang menunjukkan paling sedikit latar belakang
pengetahuannya mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu
fisika.

Selama lima menit, si mahasiswa duduk tepekur, dahinya
berkerut. Arbiter mengingatkan bahwa waktu sudah
hampir habis. Mahasiswa itu menjawab bahwa ia sudah
memiliki berbagai jawaban yang sangat relevan, tetapi
tidak bisa memutuskan yang mana yang akan dipakai.

Saat diingatkan arbiter untuk bersegera memberikan
jawaban, si mahasiswa menjelaskan sebagai berikut:

Pertama-tama, ambillah barometer dan bawalah sampai
ke atap pencakar langit. Lemparkan ke tanah, lalu
ukurlah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tanah.
Ketinggian bangunan bisa dihitung dari rumus H = 0.5g
x t kwadrat. Tetapi khan sayang barometernya jadi
pecah.

Atau, bila matahari sedang bersinar, anda bisa
mengukur tinggi barometer, tegakkan di atas tanah, dan
ukurlah panjang bayangannya. Setelah itu, ukurlah
panjang bayangan pencakar langit, sehingga hanya perlu
perhitungan aritmatika proporsional secara sederhana
untuk menetapkan ketinggian pencakar langitnya.

Tapi kalau anda betul-betul ingin jawaban ilmiah,
anda bisa mengikat seutas tali pendek pada barometer
dan menggoyangkannya seperti pendulum. Mula-mula
lakukan itu di permukaan tanah lalu di atas pencakar
langit. Ketinggian pencakar langit bisa dihitung atas
dasar perbedaan kekuatan gravitasi T = 2 pi akar dari
(l/g).

Atau kalau pencakar langitnya memiliki tangga
darurat di bagian luar, akan mudah sekali untuk
menaiki tangga, lalu menggunakan panjangnya barometer
sebagai satuan ukuran pada dinding bangunan, sehingga
tinggi pencakar langit= penjumlahan seluruh satuan
barometernya pada dinding pencakar langit.Bila anda hanya ingin membosankan dan bersikap
ortodoks, tentunya anda akan menggunakan barometer
untuk mengukur tekanan udara pada atap pencakar langit
dan di permukaan tanah, lalu mengkonversikan
perbedaannya dari milibar ke satuan panjang untuk
memperoleh ketinggian bangunan.

Tetapi karena kita senantiasa ditekankan agar
menggunakan kebebasan berpikir dan menerapkan
metoda-metoda ilmiah, tentunya cara paling tepat
adalah mengetuk pintu pengelola gedung dan mengatakan:Bila anda menginginkan barometer baru yang cantik,
saya akan memberikannya pada anda jika anda
memberitahukan ketinggian pencakar langit ini.

Siapakah mahasiswa tersebut?
Mahasiswa tersebut adalah Niels Bohr, satu-satunya
warga Denmark yang memenangkan hadiah Nobel untuk
Fisika.
How sometimes we just judge somebody by what
she/he say, not by the real thought inside of her/him.

Renungan: Seringkali kita menilai seseorang dari apa
yang dikatakannya, bukan dari apa yang sesungguhnya ia pikirkan.

Think Out of BOx

Apakah Blogs ini berhasil??

October 5th, 2005  Tagged

hari ini pertama kalinya aku akan menulis sebuah blog..
baiklah,,,,,

emh…

fufuffu…..

ternyata aku tidak berbakat…………